
Tadi malam jam 9, saya jadi nonton film Laskar Pelangi di XXI Ciwalk Bandung. Saya nonton bareng teman-teman Teknik Elektro seangkatan saya, angkatan 2005. Film ini merupakan film yang menceritakan bahwa setiap orang di Indonesia ini punya hak untuk mendapatkan pendidikan, orang miskin yang tidak punya biaya untuk sekolah pun harus sekolah. Film ini juga merupakan kisah perjuangan seorang guru yang mempunyai cita-cita mulia untuk memperjuangkan keadilan pendidikan tersebut. Dibintangi oleh Cut Mini sebagai Muslimah, Ibu Guru SD Muhammadiyah Gantong, Tora Sudiro sebagai Pak Mahmud Guru SD PN, Ikranagara sebagai Pak Harfan Kepala sekolah, dan Slamet Rahardjo sebagai Pak Zulkarnaen seorang pejabat. Tapi ke 10 anak laskar pelangi lah yang menjadi inti cerita film ini.
Jadi langsung saja, cerita dari film laskar pelangi seperti ini. Pertama kali diperlihatkan keadaan Belitung pada tahun 1974, sebuah pulau penghasil timah. Di sana terdapat perusahaan timah yang mengeksplorasi timah di pulau tersebut dan perusahaan itu bisa memberipekerjaan bagi penduduk sekitarnya. Daerah di sekitar perusahaan timah itupun dibangun gedung-gedung. Ironisnya, di daerah itu juga masih terdapat banyak warga kurang mampu yang masih sangat kesusahan dalam hidupnya.
Di kecamatan Legang Belitung itu, terdapat Sekolah Dasar yang sudah cukup maju, dan isinya anak-anak orang yang mampu. Sedangkan orang yang tidak mampu tidak bisa bersekolah di sana, biasanya anak orang yang tidak mampu hanya akan menjadi kuli saja. Keadaan ini mendorong Pak Harfan, Bu Muslimah dan Pak Bakri untuk mendirikan SD Muhammadiyah yang bisa menjadi tempat bersekolah anak-anak yang tidak mampu. Untung saja syarat 10 anak dalam satu kelas bisa terpenuhi, sehingga bisa didirikan sekolah itu. Ke 10 anak inilah yang nantinya menjadi laskar Pelangi.
Selama lima tahun SD itu bertahan dengan hanya satu kelas,3 orang pengajar dan 10 murid, dan tanpa ada kelas baru. Mereka tetap semangat belajar dengan kondisi sekolah yang gedungnya hampir roboh, atapnya bocor, kekurangan dana, dan tanpa seragam. Mereka tetap bisa bertahan karena mereka menjalaninya dengan hati, tidak mengukur semuanya dengan nilai materi, dan yang dipentingkan adalah budi pekerti. Tapi akhirnya pak Bakri memutuskan untuk pindah ke SD lain karena sudah tidak tahan dengan keadaan sekolah itu. Dan bertambah lagi musibah dengan meninggalnya Pak Harfan, kepala sekolah tersebut. Hal ini kontan saja membuat Bu Muslimah frustasi. Tapi ke 10 anak didikannya memang terdidik untuk menjadi orang-orang hebat, yang selalu bersemangat bagaimanapun keaadaannya. Inilah yang kemudian membuat semangat Bu Muslimah muncul kembali, dan pelajaran pun dimulai kembali. Bahkan dengan keadaan seperti itu, anak-anak ini bisa mencetak prestasi-prestasi gemilang dari juara karnaval sampai juara cerdas cermat.
Film Laskar Pelangi ini mempunyai cerita yang bervariasi. Saya bisa ngakak lihat satu bagian cerita, tapi sempat pengen nangis juga lihat cerita yang lain. Terutama saat Lintang, anak yang paling cerdas diantara laskar pelangi kehilangan bapaknya yang meninggal karena melaut. Terus dia yang masih anak-anak sudah harus menanggung nafkah adik-adiknya yang berjumlah 3 orang cewek. Dan diapun terpaksa keluar dari SD Muhammadiyah sebelum lulus. Tapi film ini juga banyak cerita lucunya. Bahkan sampai ada nyanyi-nyanyi kaya film boolywood gitu. Terus kadang hiperbolis banget, mpe pas Ikal ketemu Aling, anak penjual kapur yang sering didatangi ikal sampai ada bunga-bunga segala.
Tapi akhirnya film ini berakhir bahagia. Ikal yang tadinya bermimpi pergi ke prancis, sesuai dengan gambar kotak yang dikasih Aling. Terus saat Ikal kembali ke Belitung untuk mengucapkan terima kasih kepada Bu Muslimah dan Laskar Pelangi yang lain, dia ketemu Lintang yang sudah punya anak.
Overall, film laskar pelangi sangat bagus untuk ukuran film Indonesia. Tidak kalah dibanding ayat-ayat cinta kalau tidak bisa dibilang lebih bagus. semoga saja film ini ada lanjutannya sesuai dengan novel tetralogi karangan Andrea Hirata itu. Ada film Sang Pemimpi, Edensor, dan Maryamah Karpov.

Recent Comments